Rabu, 02 November 2011

UCAPAN SELAMAT IDUL ADHA


Semoga hidupmu dipenuhi kelezatan,
selezat sate kambing di hari raya qurban.
Imanmu dipenuhi ketegaran,
setegar Ismail dan domba sembelihan.
Serta hari-harimu dalam bimbingan,
seperti Ibrahim sang Kekasih Tuhan.
Selamat Idul Adhha 1432 Hijriyah



Bagi saudara-saudara yang sedang menunaikan ibadah haji, mudah-mudahan diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan rangkaian ibadah haji, diberikan keselamatan dan kesehatan hingga kembali di tengah keluarga, serta menjadi haji mabrur & mabrurah.
Amien Ya Rabbal'alamin.

Pada kesempatan ini pula kami mohon maaf lahir dan batin atas kekhilafan kami.

Wassalam Kami & Keluarga



AL FITRI J CHANIAGO

QURBAN HUMANITY DAN SOLIDARITAS


A. QURBAN DAN HUMANITY:

1)       Humanity padanan katanya adalah kemanusiaan.
2)       Makna humanity berkaitan erat dengan nilai-nilai, perasaan, dan tanggungjawab manusia atas manusia lainya baik dalam sekala individu maupun komunitas mikro maupun makro.
3) Nilai-nilai dan perasaan humanity merupakan prinsip dasar (fitrah) setiap manusia sekaligus menjadikanya sebagai ukuran moral hidup manusia.
4)       Perasaan “kemanusiaan” adalah anugerah dan modal hidup manusia untuk eksis.
5)    Manusia yang tidak memiliki atau hilang rasa kemanusiaanya adalah bukan manusia sejati, bahkan akan menjadikanya sebagai sumber biang permasalahan kemanusiaan itu sendiri.
6)       Humanity haruslah menjadi sebuah harmoni, bukan sebaliknya.
7)       Semua perbuatan destruktif manusia akan menyebabkan hilangnya harmoni itu.
8)       Oleh karena itu menegakkanya adalah tugas dan tanggunjawab setiap manusia.
9)   Fungsi humanity bersifat universal, berlaku umum: bisa dijalankan dimanapun, kapanpun, dan oleh siapapun.
10)   Mengatasi atas gangguan terhadapnya adalah tugas bersama kita sebagai manusia.
11)   Tanggungjawab kemanusiaan manusia atas manusia lainya adalah ibadah, menjadi ukuran posisi dan derajat manusia dihadapan Tuhanya.
12)  Oleh karena itu qurban sebagai ibadah sosial bisa menjadi solusi untuk membantu membangun harmoni kemanusiaan, membantu mengatasi problem kemanusiaan yang saat ini melanda umat manusia berupa kemiskinan, konflik, bencana alam, ketidakadilan, keserakahan, kesenjangan, dan berbagai permasalahan kemanusiaan lainya.
13)   Dan kondisi seperti inilah yang menjadi alasan dan motivasi penting bagi kita untuk mengelola program qurban ini dengan harapan qurban bisa menjadi kontributor dan solusi atas problem kemanusiaan. 


B. QURBAN DAN SOLIDARITAS:

1)       Qurban berkaitan erat dengan solidaritas.
2)       Solidaritas sejatinya merupakan salah satu tujuan dari ibadah qurban.
3)       Solidaritas merupakan perwujudan dari ibadah qurban.
4)       Solidaritas adalah cerminan sikap, akhlak, dan moral.
5)       Solidartas merupakan parameter, prinsip, dan fitrah kemanusiaan.
6)       Solidaritas  adalah nilai, karakter, dan budaya.
7)       Solidaritas adalah solusi berbagai persoalan sosial-kemanusiaan.
8)       Solidaritas  bisa menjadi instrumen dalam memperkuat kebersaman, kepedulian, toleransi, dan perdamaian.
9)       Dunia saat ini dihadapkan pada persoalan kurangnya solidaritas antar bangsa.
10)   Masyarakat yang tidak solider adalah masyarakat yang berpenyakit social.
11)   Berbagai permasalahan sosial kemanusiaan yang mendera masyarakat dunia saat ini diantaranya disebabkan karena hilangnya jiwa solider ini dari hati manusia.
12)   Masyarakat yang solider adalah masyarakat yang peduli, masyarakat yang berlaku adil, tidak serakah, dan masyarakat yang damai.
13)   Dan salah satu tujuan dari program qurban itu adalah membangun budaya solider masyarakat.



EKSISTENSI IBADAH QURBAN DALAM ISLAM


a.      Sebagai Ibadah ritual:
1)      Qurban merupakan simbol penghambaan seorang muslim kepada Sang Khaliq.
2)      Qurban merupakan tanda kemukminan seorang muslim sejati, muslin taat, dan muslim taqwa.
3)     Qurban merupakan wujud rasa syukur seorang muslim kepada Allah Swt, sekaligus sebagai bentuk kepedulian kepada sesame.
4)     Qurban merupakn sarana menuju kesempurnaan ibadah dan ketaqwaan seorang muslim kepada Allah Swt.
5)    Salah satu pahala ibadah qurban adalah bahwa dari setiap helai bulu ternak qurban adalah kebajikan bagi sang pequrban.
6)     Jika dari setiap ternak terdapat sejuta helai bulu, maka sejuta kebajikanlah yang akan diraih oleh sang pequrban.
7     Sedemikian besarnya pahala ibadah Qurban, sehingga sepatutnya setiap Muslim akan berusaha dengan segala kemampuanya untuk bisa menunaikannya.
    
b.  Sebagai Syi’ar Dawah Islamiyah:  
1)       Aktivitas Qurban adalah salah satu bentuk Syiar Dawah Islamiyah.m
2)       Sedangkan berda’wah merupakan kewajiban setiap muslim kapanpun dan dimanapun.
3)       Melalui qurban umat Islam bisa menunjukkan nilai-nilai dan keagungan Islam kepada umat manusia.
4)       Qurban sejatinya adalah kesediaan setiap muslim untuk peduli kepada orang lain.
5)       Qurban adalah sarana da’wah masyarakat muslim, bukan sekedar acara ritual belaka.
6)       Qurban sebagai instrumen da’wah inilah yang menjadi salah satu kepentingan kita mengelola qurban lebih professional.
7)       Saat ini pengelolaan qurban masih terkesan hanya sekedar agenda serimonial, kalaupun ada lembaga khusus yang menangani qurban sekalanya masih sangat terbatas, bersifat lokal atau nasional dengan kemampuan menghimpun pequrban dalam jumlah kecil jika dibandingkan dengan jumlah masyarakat muslim.
8)      Hal ini bukan saja karena masyarakat muslim melakukan qurban secara tradisionil, sendiri-sendiri saja, tetapi bisa juga disebabkan oleh profesionalitas lembaga pengelola qurban yang masih lemah selain jumlahnya juga terbatas.
9)       Sehingga hasilnya tak cukup signifikan untuk menjadikan qurban ini sebagai alat propaganda da’wah yang fundamental, dan meluaskan syiar Islamiyah. 

c.  Fungsi Sosial Qurban: 
1)       Qurban merupakan salah satu bentuk ibadah berdimensi sosial dalam Islam.
2)      Ibadah qurban  merupakan salah satu bentuk tanggungjawab sosial masyarakat muslim kepada sesamanya.
3)       Ibadah qurban merupakan sarana pengokohan manusia sebagai mahluk sosial, karena qurban pastilah ditujukan untuk orang lain.
4)       Qurban  merupakan sarana untuk melatih kesucian jiwa, melatih kepekaan dan kepedulian  social.
5)       Sehingga qurban bisa merupakan sarana yang efektif untuk membangkitkan solidoritas sosial.
6)       Qurban juga bisa menjadi sarana untuk membangun dan mengokohkan persaudaraan antar sesama.
7)       Qurban bisa berfungsi sebagai salah satu bentuk instrumen jaminan sosial dalam Islam.
8)       Dan yang paling penting qurban haruslah menjadi  sarana untuk melatih kedermawanan (filontrofy), sehingga bisa berperan sebagai solusi untuk mengatasi kemiskinan, bisa berperan untuk membangun kesejahteraan.
   
d.  Fungsi ekonomi Qurban:
1)       Qurban identik dengan ternak, tidak bisa dipisahkan dengan hewan ternak.
2)       Ternak, apapun jenisnya, merupakan asset ekonomi.
3)       Sehingga ibadah qurban sejatinya juga merupakan aktivitas ekonomi.
4)       Aktivitas ekonomi merupakan sumber kesejahteraan masyarakat.
5)       Aktivitas ekonomi haruslah merupakan proses yang terorganisir.
6)       Proses ekonomi juga merupakan proses transaksi.
7)       Proses transaksi adalah proses manajemen, dan proses kompetisi.
8)       Ternak sebagai asset ekonomi merupakan salah satu sasaran, tujuan, dan target dari ibadah qurban.
9)       Jadi fungsi ekonomi qurban adalah memperkuat asset ekonomi untuk kesejahteraan masyarakat. 

e.        Hambatan / Permasalahan Pengelolaan Qurban:
1)       Lemahnya pemahaman masyarakat muslim terhadap Islam, termasuk didalamnya seluk beluk tentang qurban.
2)       Kurangnya sosialisasi tentang qurban kepada masyarakat.
3)       Kemiskinan yang mendera masyarakat muslim, sehingga mayoritas masyarakat muslim tidak memiliki kemampun berqurban.
4)      Sementara kelas menengah atas muslim, masih sangat terbatas yang memiliki kesadaran ber-Islam. Mereka umumnya  merupakan kaum sekuleris, hedonis, dan kurang peduli.
5)       Pelaksanaan qurban masih tradisional, dan belum teroragnisir dengan baik.
6)       Lembaga yang khusus menangani qurban masih sangat terbatas.
7)       Lembaga pengelola qurban masih belum profesional: pengelolaanya masih belum cukup serius, masih temporer belum dikelola secara reguler, Sumber Daya Manusia pengelolanya bekerja alakadarnya, bukan pilihan yang profesional.
8)       Belum ada lembaga pengelola qurban yang benar-benar dipercaya publik.
9)       Pengelolaan qurban melalui lembaga masih merupakan paradigma baru, eksperimen baru.
10)   Dan fungsi qurban sebagai alat syiar da’wah yang signifikan hanya akan berhasil jika qurban dikelola secara terorganisir melalui kelembagaan. 
11) Jadi mengelola qurban melalui lembaga adalah solusi

FILOSOFI QURBAN


Tentu banyak sekali pelajaran yang bisa ambil dari ibadah qurban itu sendiri , disini saya akan coba mengambil filosofi dari ibadah qurban itu sendiri:

1.     Ibadah qurban sebagai wujud syukur kita pada Allah swt. Ibadah qurban diperintahkan oleh Allah  Swt, dalam Al Qur’an surat Al Kautsar. Allah Swt, mengaitkan langsung nikmat yang telah diberikannya dengan perintah shalat dan berqurban.Tentu pelajaran yang bisa kita ambil bahwasanya berqurban merupakan bentuk syukur kita kepada Allah Swt, dan karena pentingnya ibadah qurban ini Allah  Swt, mensejajarkannya dengan perintah Shalat.

2.      Ibadah qurban sebagai wujud kepatuhan kita kepada Allah Swt. Ibadah qurban memang tidak bisa kita lepaskan dari kisah Nabi Ibrahim as dan Nabi Ismail as, dimana Nabi Ibrahim as karena perintah Allah  Swt, ia rela mengorbankan anak yang ia cintai Ismail as. Begitu juga dengan kita saat ini  kita dituntut untuk dapat mengorbankan sedikit harta yang kita cintai dan miliki untuk bukti kepatuhan kita pada Allah Swt.

3.     Ibadah qurban sebagai simbol pembuangan sifat kebinatangan yang ada pada diri kita. Ibadah qurban juga dikaitkan dengan pembuangan sifat-sifat hewani / kebinatangan yang ada pada diri kita . Karena pada diri kita juga terdapat sifat kebinatangan yang harus kita tinggalkan  dan ibadah qurban adalah sebagai simbol nya.

4.     Ibadah qurban menyatakan kepada kita bahwasanya manusia tidak layak untuk diqurbankan.  Ini terlihat ketikan Nabi Ibrahim as hendak menyemblih Ismail as lalu Allah Swt, menggantinya dengan seekor kibas / domba. Ini bermakna luas sekali, berarti manusia memiliki harkat dan martabat yang tinggi dan tidak pantas untuk diqurbankan (dijajah / dijual / dan perbuatan yang merendahkan manusia itu sendiri).

Sungguh masih banyak lagi filosofi dari ibadah qurban ini cukup untuk menunjukan ibadah qurban ini sangat luar biasa sekali bukan hanya sebatas seremonial saja. Dan juga mungkin ibadah qurban ini juga membuktikan Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin dimana pada hari qurban tersebut hampir di setiap belahan dunia manusia  akan merasakan makan daging qurban.

a.       Karakteristik Qurban.
1)       Qurban identik dengan pemotongan hewan ternak yang disyaratkan Syariah Islam.
2)       Dilaksanakan mengiringi perayaan hari raya Idul Adha.
3)       Hari Raya Idul Adha merupakan hari raya istimewa bagi kaum Muslimin karena merupakan perayaan paling akbar, paling besar, sehingga sering disebut sebagai Raya Agung, meskipun hari raya Idul Fitri sering dirayakan lebih meriah.
4)       Dilakukan setiap satu tahun satu kali pada bulan Zulhijah, pada tanggal 10,11,12, dan 13.
5)       Dilaksanakan setelah Wukuf di Padang Arafah yang merupakan salah satu ritual terpenting dalam rangkaian ibadah Haji.
6)       Qurban bisa dilakukan atas nama individu, meskipun juga  bisa dilakukan secara  bersama-sama.

b.      Urgensi Qurban.
a)       Qurban adalah produk Syariah Islam yang mengadung konsekuensi mengikat setiap Muslim untuk menjalankanya jika mampu sebagai sunah mu’aqad (dikuatkan, ditekankan untuk dilaksanakan, hampir menyamai ibadah wajib).
b)       Adanya syariah Qurban dalam Islam merupakan salah satu bentuk dan wujud kesempurnaan Islam sebagai rahmatan lil’alamin, membawa rahmat univeral untuk semua manusia.
c)       Ibadah qurban merupakan salah satu furqon, pembeda yang menegaskan keunikan dan keunggulan Islam dibandingkan dengan ajaran dan agama apapun. 
d)   Melaksanakan Qurban adalah ibadah sekaligus syiar da’wah Islamiyah

TATA CARA PELAKSANAAN IBADAH QURBAN

SYARAT SAH QURBAN:
 
1.  Hewan yang hendak diqurbankan itu hendaklah dalam keadaan sempurna tanpa ada kecacatan yang nyata tanpa ada kecacatan yang nyata dan mengurangkan daging atau memudaratkan kesehatan.
2.     Dilakukan pada waktu yang dikhususkan untuk menjalankan ibadah qurban.
3.       Ibadah qurban hendaklah disertakan dengan niat. 


JENIS HAIWAN YANG BOLEH DIJADIKAN QURBAN:
 
Ulama' bersepakat bahawa binatang yang boleh dijadikan qurban hanyalah binatang yang diketegorikan sebagai al-an'am iaitu unta, lembu (termasuk kerbau), kambing dan biri-biri sama ada jantan atau betina. 


UMUR BINATANG QURBAN:

1.      Unta berumur 5 tahun masuk ke 6 tahun.
2.      Lembu / kerbau / kambing 2 tahun masuk ke 3 tahun.
3.   Biri-biri / kibas setahun masuk kedua atau sudah bersalin gigi hadapan walaupun belum cukup setahun tetapi melebihi 6 bulan.


KECACATAN YANG MENGHALANG SAHNYA QURBAN:
 
1.    Hendaklah ia sejahtera daripada sembarang kecacatan seperti tiada telinga atau terpotong ekor, gila, kudun, sangat kurus, buta dan sebagainya.
2.   Ada 4 kecacatan utama yang telah disepakati oleh Ulama' yang menghalang syahnya qurban yaitu berdasarkan hadis riwayat Barra' bin Azib yaitu sabda Rasullah Saw:  Maksudnya: "empat jenis kecacatan yang tidak harus diperbuat qurban iaitu buta sebelah mata, berpenyakit, tempang dan terlalu kurus".
3.       Daripada hadith di aras Ulama' telah mengqiaskan kepada kecacatan yang seumpamanya atau lebih teruk daripada kecacatan tersebut. Ia dapat diringkaskan seperti berikut:
1)      Tiada atau terpotong telinga ataupun lidahnya walaupun sedikit begitu juga yang terpotong ekornya.
2)      Gila.
3)      Berkudis walaupun sedikit.
4)      Haiwan yang baru melahirkan anak atau yang bunting.
5)      Tersangat kurus.
6)      Buta sebelah mata atau kedua-duanya.
7)      Berpenyakit
8)      Tersangat tempang
4.  Tetapi, jika telah bernazar untuk qurban binatang yang sudah ada kecacatan tersebut, wajarlah dia melaksanakannya.
5.    Hewan yang tiada ekor, tiada gigi atau patah setengah giginya, tiada zakar, hewan yang dikasi zakarnya boleh dijadikan binatang qurban.
6.   Makruh mengorbankan haiwan yang tidak bertanduk atau patah tanduknya begitu juga haiwan yang terbelah atau bertebuk telinganya. 


KEHARUSAN BERKONGSI HEWAN QURBAN:

1.    Seekor unta, lembu atau kerbau itu harus dikongsi oleh tujuh orang sama ada dari keluarga yang sama atau yang lain walaupun tidak semuanya bermaksud qurban, misalnya ada antaranya bermaksud aqiqah. 

2.    Bagi seekor kambing atau biri-biri hanya cukup untuk seorang saja, tetapi harus berkongsi dengan orang lain dalam pahala berkorban dengan seekor korban itu.

3. Adalah afdhal dibuat qorban bagi seorang dengan seekor unta, kerana banyak dagingnya untuk dibahagikan kepada fakir. Kemudian lembu atau kerbau, kemudian biri-biri dan kemudian kambing. 

4.  Berkorban dengan 7 ekor kambing itu lebih afdhal daripada seekor unta atau lembu kerana daging kambing lebih baik dan lebih banyak darah yang tumpah ketika disembelih. 

5.     Berqurban dengan seekor kambing itu pula lebih afdhal daripada seekor lembu atau unta yang dikongsi oleh tujuh orang.

6.    Yang utamanya binatang qurban itu adalah berwarna putih, kemudian kuning, diikuti dengan warna putih tetapi tidak bersih putihnya, kemudian binatang yang sebahagian bulunya berwarna hitam, kemudian yang berwarna hitam semua bulunya, diikuti dengan binatang qurban yang berwarna merah bulunya. 


WAKTU PELAKSANAAN IBADAH QURBAN:

1.       Bermula daripada terbit matahari pada Hari Nahr (10 Zulhijjah)
2.       Waktu yang afdhal melakukannya ialah ketika matahari telah naik sekadar 7 kaki dari ufuk.
3.       Berkekalan waktu qurban ini sehingga terbenam matahari pada 13 Zulhijjah. 

4.   Dari Jundub r.a. :Rasulullah melaksanakan sholat (idulAdha) di hari penyembelihan, lalu beliau menyembelih, kemudian beliau bersabda:"Barangsiapa menyembelih sebelum sholat maka hendaknyha ia mengulangi penyembelihan sebagai ganti, barangsiapa yang belum menyembelih maka hendaklah ia menyembelih dengan menyebut nama Allah". (H.R. Bukhari dan Muslim).

5.       Dari Barra' bin 'Azib, bahwa paman beliau bernama Abu Bardah menyembelih qurban sebelum sholat, lalu sampailah ihwal tersebut kepada Rasulullah s.a.w. lalu beliau bersabda:"Barangsiapa menyembelih sebelum sholat maka ia telah menyembelih untuk dirinya sendiri dan barang siapa menyembelih setelah sholat maka sempurnalah ibadahnya dan sesuai dengan sunnah (tradisi) kaum muslimin"(H.R. Bukhari dan Muslim).

6.       Hadist Barra' bin 'Azib, Rasulullah s.a.w. bersabda:"Pekerjaan yang kita mulai lakukan di hari ini (Idul Adha) adalah sholat lalu kita pulang dan menyembelih, barangsiapa melakukannya maka telah sesuai dengan ajaran kami, dan barangsiapa memulai dengan menyembelih maka sesungguhnya itu adalah daging yang ia persembahkan untuk keluarganya dan tidak ada kaitannya dengan ibadah"(H.R. Muslim).
7.       Imam Nawawi menegaskan dalam syarah sahih Muslim bahwa waktu penyembelihan sebaiknya setelah sholat bersama imam, dan telah terjadi konsensus (ijma') ulama dalam masalah ini. Ibnu Mundzir juga menyatakan bahwa semua ulama sepakat mengatakan tidak boleh menyembelih sebelum matahari terbit. 

8.       Adapun setelah matahari terbit, Imam Syafi'i dll menyatakan bahwa sah menyembelih setelah matahari terbit dan setelah tenggang waktu kira-kira cukup untuk melakukan sholat dua rakaat dan khutbah. Apabila ia menyembelih pada waktu tersebut maka telah sah meskipun ia sholat ied atau tidak.

9.    Imam Hanafi mengatakan: waktu penyembelihan untuk penduduk pedalaman yang jauh dari perkampungan yang ada masjid adalah terbitnya fajar, sedangkan untuk penduduk kota dan perkampungan yang ada masjid adalah setelah sholat iedul adha dan khutbah ied.

10.    Imam Malik berkata: waktu penyembelihan adalah setelah sholat ied dan khutbah. Imam Ahmad berkata: waktunya adalah setelah sholat ied.Demikian, waktu penyembelihan berlanjut hingga akhir hari tasyriq, yaitu tanggal 13 Dzulhijjah. 

11.    Tidak ada dalil yang jelas mengenai batas akhir waktu penyembelihan dan semua didasarkan pada ijtihad, yaitu didasarkan pada logika bahwa pada hari-hari itu diharamkan berpuasa maka selayaknya itu menjadi waktu-waktu yang sah untuk menyembelih qurban. 

12.    Menyembelih hewan qurban di malam hari hukumnya makruh sesuai pendapat Imam Syafii. Bahkan menurut imam Malik dan Ahmad: menyembelih pada malam hari hukumnya tidak sah dan menjadi sembelihan biasa, bukan qurban.


ORANG YANG MENYEMBELIH BINATANG QURBAN:

1.       Para ualama menganjurkan agar yang melakukan penyembelihan afalah orang yang berqurban itu sendiri, sekiranya dia pandai menyembelih. Tetapi mereka juga sependapat mengatakan harus mewakilkannya kepada orang lain. Afdhalnya wakil itu adalah orang Islam yang mengetahui akan hukum-hakam mengenai korban.
2.       Adalah afdhal orang yang tidak pandai menyembelih berwakil kepada orang lain untuk menyembelih bagi pihak dirinya dan sunat bagi orang yang berwakil itu hadir dan menyaksikan penyembelihan ke atas binatang qurban tersebut.
3.       Makruh hukumnya mewakilkan qurban kepada kanak-kanak atau orang buta.


NIAT IBADAH QURBAN:

1.       Tidak memadai jika seseorang itu hanya membeli binatang dengan niat hendak diqurbankan tanpa dilafazkan niat itu.

2.       Disyaratkan berniat ketika menyembelih binatang qurban jika dilakukan sendiri. Adalah memadai jika orang yang berwakil itu berniat ketika wakilnya menyembelih korban berkenaan dengan disaksikan oleh orang yang berwakil tadi.

3.     Walaubagaimanapun adalah lebih baik orang berwakil itu, ketika menyerahkan korban, menyuruh wakilnya berniat bagi pihak dirinya ketika dia menyembelih korban tersebut.

4.       Tidak disyaratkan niat jika melakukan qurban nazar.


HUKUM QURBAN BAGI PIHAK ORANG LAIN:

1.      Tidak sah menyembelih korban bagi pihak orang lain yang hidup dengan tiada izinnya. 

2.      Begitu juga bagi pihak orang yang telah mati dengan tiada wasiat atau pesanan daripadanya. 

3.      Apabila qurban itu dilakukan kerana wasiat simati maka wajib disedekahkan kesemuanya.


PERKARA-PERKARA SUNAT KETIKA QURBAN:

1.      Apabila menjelang 10 Zulhijjah, tidak digalakkan empunya qurban memotong rambut dan kukunya sehingga dia melaksanakan ibadah qurban.
2.       Semasa menyembelih binatang qurban disunatkan : 

a.       Membaca Bismillahirrohmanirrahim
b.      Berselawat ke atas Nabi Sallallahu 'Alaihi Wasallam.
c.       Menghadapkan binatang itu ke arah kiblat di atas rusuk kirinya.
d.      Bertakbir sebelum membaca Bismilah dan selepasnya.
e.       Membaca doa : Maksudnya: "Ini adalah nikmat daripada Mu dan aku mendekatkan diri kepadaMu dengannya." 

3.       Sebaik-baiknya ibadah qurban ini dilaksanakan sendiri tetapi harus diwakilkan kepada orang lain. 


NIAT IBADAH QURBAN DAN PERKARA SUNAT KETIKA QURBAN:
 
1.       Qurban Wajib dan Qurban Nazar :  Bagi daging korban kerana sembelihan wajib seperti nazar maka hukumnya Wajib disedekahkan kesemuanya. Haram ke atas orang yang berkorban itu memakan daging tersebut. Jika telah dimakan daging itu maka Wajib diganti kadar yang dimakan itu tetapi tidak wajib dia menyembelih semula yang lain.
2.       Qurban Sunat :  Bagi daging korban sunat pula, adalah Sunat bagi orang yang empunya korban memakan sebahagian daripadanya sebagaimana firman Allah Ta'ala dalam Surah al-Haj ayat 28:  Maksudnya : "….Maka makanlah daripadanya dan beri makanlah kepada orang-orang yang sangat fakir. Wajib disedekahkan sebahagian daripada daging-daging korban sunat itu kepada golongan fakir dan miskin yang beragama Islam dalam keadaan mentah lagi basah (belum dimasak).  Adalah Afdhal jika yang empunya korban itu hanya mengambil sedikit daripada daging korban berkenaan manakala sebahagian besar daripadanya disedekahkan. Daging yang disedekahkan akan menjadi milik penerima sepenuhnya di mana dia boleh menjual, melelong atau menghadiahkan daging tersebut kepada orang lain dan sebagainya.
3.       Jika daging korban itu ialah korban disebabkan wasiat dari seorang yang telah meninggal dunia, maka tidak boleh dimakan dagingnya oleh orang yang membuat korban untuknya dan tidak boleh dihadiahkan kepada orang kaya kecuali ada izinnya.
4.       Haram menyedekah atau menghadiahkan daging korban kepada orang kafir walaupun sedikit.
5.       Tidak harus memindahkan daging qurban ke daerah lain sebagaimana dalam hukum zakat.
6.       Haram ke atas orang yang melaksanakan korban atau warisnya menjual daging korban itu atau kulitnya atau bulunya atau sesuatu daripada binatang korban itu sebagaimana sabda Rasullah Sallallahu 'Alaihi Wasallam : Maksudnya: "Siapa yang menjual kulit korban (udhiyyah) itu maka tiada dikira korban baginya." (Hadis riwayat al-Hakim)
7.       Haram menjadikan kulit dan daging binatang korban itu sebagai upah kepada penyembelih, tetapi harus diberikan kepadanya dengan jalan sedekah atau hadiah.